Rahasia Anjing yang Mengesankan
![]() |
| Rahasia tersirat dari Anjing |
Bagi mayoritas Ummat Muslim yang menganggap bahwa anjing sebagai binatang yang termasuk dalam kategori binatang seperti "Babi" termasuk Na'jis Mughallazoh atau na'jis berat. Karena itu binatang ini otomatis sangat dihindari oleh mereka.
Namun, terlepas dari hukum Fiqih, oleh Ulama Ahli Tasawwuf memandang binatang ini sebagai pelajaran yang berharga.
Imam Nawawi
Albantani dalam kitabnya Kasyifatus Saja menyebutkan keistimewaan Anjing yang
perlu dicontoh, diantaranya :
Pertama, perut anjing senantiasa dalam keadaan lapar. Ini merupakan sifat dan ciri-ciri orang-orang sholeh.
Kedua , anjing tidak tidur kecuali hanya sebentar. Kebiasaan ini merupakan kebiasaan para ahli tahajjud.
Ketiga, ketika ia diusir bahkan sampai seribu kali dalam sehari, ia tidak akan pergi dari pintu tuannya dan akan tetap setia menjada pintunya. Ini merupakan sifat orang-orang yang jujur dan setia dalam mengabdi dan menyembah.
Keempat, ketika ia mati, ia tidak meninggalkan warisan apapun. Sifat ini merupakan sifat orang-orang yang zuhud.
Kelima , ia rela ditempatkan di tempat yang paling rendah. Sifat ini merupakan sifat dari orang-orang yang ridha atau ikhlas atas derajat yang diberikan Allah dan orang lain.
Keenam , ia melihat pada setiap orang yang memperhatikannya hingga memberikan sesuap makanan. Ini merupakan budi pekerti atau akhlak oramg-orang miskin.
Ketujuh , ketika ia keluar dan dilempari debu, ia tidak marah dam tidak dendam. Hal ini merupakan sifat dari orang-orang yang berbelas kasih.
Kedelapan , ketika tempat tinggalnya telah ditempati hewan lain, maka ia akan berpindah ke tempat yang lain. Ini merupakan sifat orang-orang terpuji.
Kesembilan , ketika diberikan kepadanya hanya sesuap makanan, maka senantiasa menerima dan memakannya. Ini merupakan sifat dari orang-orang qana’ah atau menerima apa yang diberikan oleh Allah dan orang lain.
Kesepuluh , kemanapun anjing pergi, ia tidak pernah membawa bekal. Ini merupakan tanda-tanda dari sifat orang-orang yang bertawakal.
Source : Kitab Kasyifatussaja karya Imam Nawawi Al-Bantany Rohimahullohu Ta'ala

Komentar
Posting Komentar