Lihatlah Dirimu, Jangan Lihat Orang Lain
KHUTBAH JUMAT SINGKAT
KHUTBAH PERTAMA
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Dialah yang membolak-balikkan hati manusia. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad SAW, suri teladan terbaik bagi umat manusia, serta kepada keluarganya, sahabatnya, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita terlalu sibuk melihat kekurangan dan kesalahan orang lain, sementara kita lupa bercermin dan mengoreksi diri sendiri. Kita mudah berkata, “Dia salah,” tapi kita enggan bertanya, “Apakah aku juga sudah benar?”
Padahal Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada kita untuk selalu introspeksi diri. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:
طُوبَى لِمَنْ شَغَلَهُ عَيْبُهُ عَنْ عُيُوبِ النَّاسِ
“Berbahagialah orang yang disibukkan oleh aibnya sendiri hingga ia tidak sempat mengurusi aib orang lain.” (HR. al-Bazzar)
Hadits ini mengajarkan bahwa kemuliaan dan kebahagiaan itu akan hadir bila seseorang lebih sibuk memperbaiki dirinya daripada mencela orang lain.
Ma’asyiral muslimin yang dirahmati Allah,
Agama Islam mendorong kita untuk menjadi pribadi yang jujur dan objektif terhadap diri sendiri. Muhasabah (introspeksi diri) adalah ciri orang beriman yang sejati. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hasyr ayat 18:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok." (QS. Al-Hasyr: 18).
Jika setiap orang sibuk memperbaiki dirinya, maka akan sedikit kebencian, ghibah, dan fitnah di tengah masyarakat. Tapi ketika orang lebih senang membuka aib orang lain, sesungguhnya itu tanda kesombongan dan kelalaian.
Ma’asyiral muslimin,
Mari kita jadikan hari ini titik awal untuk mengubah cara pandang. Alihkan perhatian kita dari mencari kesalahan orang lain, menjadi pencari kebenaran dan perbaikan dalam diri sendiri. Janganlah kita seperti lilin yang menerangi orang lain tetapi membakar dirinya sendiri.
Lebih baik kita berdoa untuk kebaikan saudara kita, daripada mencelanya. Karena boleh jadi, dosa yang ia lakukan sudah ia taubati, sementara kita masih sibuk mengungkitnya dan lupa pada dosa-dosa kita sendiri.
Semoga Allah senantiasa memberi kita hidayah dan kekuatan untuk fokus memperbaiki diri sendiri, serta menjauhkan hati kita dari sifat merasa lebih baik dari orang lain. Aamiin.
Aku akhiri khutbah pertama ini. Mohon ampun kepada Allah untukku, untuk kalian, dan untuk seluruh kaum muslimin dari setiap dosa. Maka mohonlah ampun kepada-Nya, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
KHUTBAH KEDUA
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesempatan untuk memperbaiki diri.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga beliau, para sahabatnya, dan umat beliau yang senantiasa mengikuti petunjuknya.
Jama’ah Jumat yang dirahmati Allah,
Mari kita terus menjaga hati dan lisan kita agar tidak mudah menghakimi orang lain. Sibukkan diri kita dengan memperbaiki akhlak, memperbanyak ibadah, dan menata hati agar tetap rendah hati.
Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kita, tetapi Allah melihat hati dan amal perbuatan kita. Maka barang siapa yang ingin mulia di sisi Allah, hendaklah ia memuliakan dirinya dengan taqwa dan memperbaiki dirinya sendiri.
Marilah kita tutup khutbah ini dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ
Ya Allah, ampunilah kaum Muslimin dan Muslimat, Mukminin dan Mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِينَ
Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum Muslimin.
عبادَ اللهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ،
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Komentar
Posting Komentar